Yoora,
wanita dengan nama panjang Ahn Yoora ini adalah anak satu-satunya dari pasangan
Ahn Kyung Hoon dan Kim Eun Bi. Ayahnya, Ahn Kyung Hoon, bekerja sebagai manajer
suatu perusahaan periklanan yang cukup besar di kota Seoul. Sedangkan Ibunya,
Kim Eun Bi, merupakan seorang kepala perawat di suatu rumah sakit sebelum
akhirnya mengundurkan diri karena menikah.
Keluarga
kecil ini merupakan keluarga yang sangat harmonis. Kebahagiaan selalu terpancar
dari keluarga ini. Mereka sering melakukan kegiatan bersama. Mulai dari sekedar
jalan-jalan ataupun piknik keluarga. Seolah-olah, kebahagiaan merupakan bagian
yang memang menempel pada keluarga ini.
Sang
Ayah yang kini seorang single parent
seringkali harus meninggalkan Yoora karena harus bekerja pada saat yang
bersamaan. Ketika sekolah pun, Yoora juga seringkali menunggu lama bahkan
sampai larut malam menunggu Ayahnya menjemput.
Yoora
merupakan anak yang pintar bisa dibilang dia ini jenius. Sewaktu sekolah pun
dia merupakan siswa dengan segudang prestasi. Dia sering mengikuti lomba-lomba
akademis dan selalu dimenangkannya. Tapi walaupun banyaknya piala, piagam
bahkan plakat sang juara itu tidak mengembalikan senyum Yoora lagi. Pada waktu
penyerahan hadiah pun ketika dia diminta untuk memberikan kata sambutan,
biasanya dia hanya berkata, “Terima kasih”, sudah hanya itu saja.
Namun
ada suatu ketika, ketika Yoora mendapatkan suatu penghargaan siswa berprestasi
dari pemerintah. Kepala sekolah Yoora, meminta Yoora untuk memberikan kata
sambutan yang sedikit lebih panjang daripada hanya sekedar mengucapkan “Terima
kasih” saja. Lantas, kepala sekolah Yoora ini langsung memberikan sebuah
catatan akan apa yang harus dia katakan ketika memberikan kata sambutan nanti.
Dan
ketika Yoora maju ke depan podium untuk memberikan kata sambutan, dia hanya
terdiam. Melihat sekeliling yang ada didepannya berulang kali. Sang kepala
sekolah yang ada dibawah panggung pun langsung memberikan kode kepada Yoora
untuk segera membaca catatan yang diberikannya tadi. Yoora hanya diam saja
melihat kepala sekolahnya itu memberikan kode untuk melakukan sambutan lalu
mulai membuka catatan yang diberikan kepala sekolahnya tadi.
“Selamat
siang.”
Setelah
mengucapkan itu, Yoora hanya diam saja. Tanpa ekspresi dan sekali lagi sambil
melihat sekeliling kearah penonton. Sang kepala sekolah yang melihat itupun
hanya bisa menggaruk-garuk dahi menunjukkan tanda frustasinya.
Seketika
pandangan Yoora langsung menuju ke arah kepala sekolah. “Kepala sekolah yang
saya hormati, tolong jangan minta saya untuk melakukan sesuatu yang saya tidak
sukai.” Ucapnya.
“Terima
kasih.”
Dia
langsung melipat catatan itu, membungkukkan badannya dan langsung meninggalkan
panggung. Semua penonton hanya terdiam melihat dan mendengar hal itu. Dan
seketika pembawa acara yang juga ikut terbengong, langsung sadar dan mencoba
kembali menghidupkan suasana.
“Y-y-y-y-y-y-yaaaa....
beri tepuk tangan buat Nona Ahn Yoora.”
Penonton
seketika tersadarkan dan mulai bertepuk tangan.
Begitu
kerasnya kepribadian Yoora, membuat dia sangat disegani oleh teman-temannya.
Mereka lebih suka menghindar daripada berhadapan dengannya. Yoora juga lebih
suka menyendiri mengelilingi kota Seoul, mencari-cari sesuatu yang baru yang
kira-kira bisa mengembalikan kehidupan lamanya lagi.
Pada
akhirnya, secara perlahan kehidupan Yoora berubah. Dia mulai tersenyum lagi.
Bukan lelaki, bukan teman tetapi sesuatu yang sangat berbeda, yaitu dunia
perfilm-an dan pertelevisi-an. Dia jatuh cinta pada film yaitu ketika dia
melihat tanpa sengaja ketika sedang berkeliling kota yang berjudul, ”My Sassy
Girl.” Film yang dibintangin oleh Jeon Ji Hyun dan Cha Tae Hyun dan rilis tahun
2002 itu langsung menarik perhatiannya. Dia saat itu tidak sengaja ketika
berkeliling kota dan mampir disebuah cafe untuk membeli minuman. Disitulah,
tanpa sengaja dia melihat film yang sedang diputarkan oleh cafe tersebut.
Sejak
saat itu, dia mulai tertarik dengan dunia perfilm-an dan dunia pertelevisian.
Dia mulai banyak menonton film yang tiap hari dia beli di toko kaset dan juga
duduk didepan TV dirumahnya hanya untuk menyaksikan berbagai acara televisi,
mulai dari acara selebritis, dunia idol, infotainment,
sampai akhirnya, dia menemukan genre favoritenya,
yaitu variety show.
Seketika,
Yoora sangat tertarik pada dunia perfilm-an dan pertelevisi-an. Dia mulai
menonton film dari seluruh genre. Action, horror, thriller, romance sampai film
animasi pun dia tonton. Dia juga menonton semua acara yang ada di TV terutama
drama dan variety show, mulai dari
Running Man, Infinity Challenge, 2 Days 1 Night dan lain sebagainya. Dan pada
akhirnya, dia semakin bertekat untuk membuat sebuah film, drama ataupun variety
show karyanya sendiri.
Ketika
dia selesai SMA, dia langsung memutuskan untuk masuk ke Seoul Art Institute,
dimana banyak artis-artis dan pelakon seni Korea Selatan banyak dihasilkan. Dia
mengikuti tes di Institusi itu dan tesnya adalah membuat sebuah project film sederhana. Yoora sendiri
membuat sebuah film Dokumenter
tentang sekitaran kota Seoul dan karena karyanya itu ditambah pengetahuannya
yang luar biasa akan kota Seoul, dia langsung diterima ke perguruan tinggi itu.
Dan setelah mendengar kabar gembira itu, senyum Yoora perlahan kembali. Dia
seakan menemukan kehidupan aslinya lagi.
Setelah
mendapatkan surat mengenai kelulusannya, dia langsung bergegas pulang kerumah.
Disepanjang perjalanan Yoora hanya bisa tersenyum bahagia dan tak sabar untuk
menyampaikan kabar gembira ini kepada Ayahnya.
Setengah
jam diperjalanan, tibalah dia di rumahnya sekitar jam setengah 6 sore. Dia
langsung menyiapkan segala sesuatu. Meja kursi dia rapikan. Seisi rumah dia
rapikan demi menyambut Ayahnya pulang dari kantor dengan diiringi senyuman yang
seakan tak mau hilang dari wajahnya.
Setelah
1 jam dia merapikan rumah, dia langsung duduk disofa dan menunggu kepulangan
Ayahnya dengan tidak sabarnya. Sambil menunggu, dia juga membuatkan es lemon
tea dalam gelas besar untuknya dan Ayahnya yang walaupun pada akhirnya, dia
jugalah yang menghabiskan kedua cangkir es itu.
Tak
lama....
PIP
PIP PIP PIP !! Tulilit tulilit...~
Terdengar
suara pintu terbuka. Yoora yang mendengar itu langsung bangkit dan menuju pintu
untuk menyambut ayahnya. Melihat hal itu, sang Ayah terkejut dengan perubahan
dari anak satu-satunya ini. Sudah lama sekali sejak dia melihat Yoora tersenyum
dan kelihatan senang sekali. Melihat hal itu, diapun langsung senang dan ikut
tersenyum.
“Ayah,
cepat cepat masuk.”
Tarik
Yoora sambil menggandeng tangan Ayahnya.
“Iya
iya sabar. Kan ayah lagi buka sepatu.”
Setelah
melepas sepatunya, Yoora langsung menarik Ayahnya untuk duduk di sofa yang dia
rapikan tadi.
“Ada
apa nih. Tiba-tiba sekali seperti ini.”
“Hehehe...
Ayah tunggu sebentar ya.”
Yoora
langsung berlari menuju kamarnya untuk mengambil surat kelulusannya.
Dalam
seketika, dia langsung kembali ke ayahnya dan langsung menyerahkan surat
kelulusan itu.
“Ini
nih Yah. Hehehe.”
Ayahnya
lalu membuka surat itu. Yoora pun hanya bisa senyum saja ketika Ayahnya membuka
surat itu, “Ini apa?” katanya.
Pertama,
Ayahnya masih tampak mengeluarkan ekspresi senang diwajahnya. Namun, semakin
dia melihat penjelasan didalam surat itu, perlahan senyumnya menghilang. Sang
Ayah terlihat tidak terlalu senang dengan isi surat itu.
“Bagaimana
ayah? Keren kan? Hehehe~ aku lulus dengan kemampuanku sendiri loh. Dan juga
coba Ayah lihat proyek untuk tes ku. Untung dulu aku sering jalan-jalan
keliling kota. Hahahaha.”
Sang
Ayah hanya melihat ke arah Yoora yang sedang bangga akan dirinya namun tidak
memberikan ekspresi apapun.
“Tidak,
Ayah tidak setuju.”
Sontak,
Yoora yang sedang tersenyum pun langsung terdiam mendengar perkataan ayahnya
itu.
“Apa?
Apa maksud Ayah?”
“Iya,
Ayah tidak setuju kalau kamu kuliah disini. Mau jadi apa kamu? Tidak, Ayah
tidak setuju.”
“Tapi
Ayah, untuk kuliah disitu, itu adalah mimpiku. Itu adalah keinginanku
sendiri.....”
“Tidak
! Bagaimanapun dengan cara apapun, Ayah tidak mengizinkanmu. Ayah akan
memasukkanmu ke Universitas ternama dan kau akan kuliah Komunikasi sehingga kau
bisa bekerja bersamaku.” Potongnya. Dia lalu bangkit dari sofa itu dan langsung
menuju ruang makan untuk mengambil minum.
Mendengar
pernyataan Ayahnya, Yoora hanya bisa terdiam. Dia terlihat shock dan tidak bisa berkata apa-apa. Seakan dia kembali ke diri
Yoora sebelumnya ketika ditinggal Ibunya meninggal.
Setelah
beberapa lama terdiam, Yoora langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung
berjalan kearah kamarnya. Dan tepat didepan kamarnya yang dimana pintunya sudah
dibukanya sebagian, dia berhenti.
“Dengan
atau tanpa restu Ayah, aku akan tetap kuliah disana. Ayah cukup tanda tangani
surat itu dan sisanya akan kuurus sendirian. Ayah tidak tahu betapa berharganya
hal itu bagi diriku. Ayah benar-benar orang yang menyebalkan.”
Dia
lantas langsung membuka pintu kamarnya dan langsung membanting pintu. Sang Ayah
yang mendengar suara bantingan pintu itu langsung terkejut dan langsung
menghampiri kamar anaknya itu dan mulai mengetuknya.
“PERGILAH
!!!”
Teriak
Yoora dari dalam kamarnya. Ayahpun tetap mengetuk pintu dan memanggil Yoora.
“Yoora,
dengarkan Ayah. Ini untuk kebaikanmu juga. Bukan kebaikan Ayah. Ayolah ikuti
apa perkataan Ayah sekali saja.”.
“KUBILANG
PERGILAH !!! AKU BENCI AYAH...!!”
Mendengar
hal itu, sang Ayah hanya bisa terdiam. Dia langsung menuju ke ruang tamu,
mengambil surat kelulusan Yoora dan langsung menandatangani surat itu.
“Eunbi,
aku tak tau lagi. Semoga saja yang aku lakukan ini benar.” Batinnya sambil
menghela nafas panjangnya.
“Kalau
kau ada disini, kau pasti tau apa yang harus kau lakukan.” Sambungnya diikuti
helaan nafas yang lebih panjang.
Setelah
itu menandatangani surat itu, sang Ayah langsung menuju kamar Yoora. Ketika
didepan pintunya, dia hanya mendengar suara isakan tangis Yoora. Dia juga
hendak mengetuk pintu kamarnya, namun diurungkan niatnya. Sambil menghela nafas
panjang, dia berjalan menuju kamarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar